Tugas UH 1 Kelas 11 Semester 2
Fihimatika Jauhar Magnun
Senin, 05 Februari 2018
Senin, 21 Agustus 2017
Bab I : Budaya Politik - Laporan Observasi 2
LAPORAN PERTUMBUHAN BUDAYA
POLITIK MASYARAKAT DESA BANDAR LOR
Disusun
oleh Kelompok 3
:
· Faradila
(10)
· Fihimatika
Jauhar
M
(11)
· Lili
Amelia U
(18)
· Salsabila
Azzahro
(31)
· Yentritenia
Fathimah A (33)
Narasumber :
Muhammad Mughni Anwar
Tempat
dan Tanggal Pelaksanaan :
Sabtu, 12 Agustus 2017 pukul 17.00 – 17.50 WIB
Hasil
Observasi :
Dalam rangka mengamati pertumbuhan
budaya politik warga desa serta partisipasi warga sekitar dalam jalannya
pemerintahan, kami melakukan wawancara dengan Bapak Mughni selaku Ketua RT 09
RW 02 Desa Bandar Lor, Kediri. Beliau telah menjabat selaku ketua RT mulai tahun
2000 hingga sekarang, dimana setiap 3 tahun diadakan pemilihan ketua yang baru.
Sebagai ketua RT, beliau mempunyai tugas melayani warga dengan baik karena
telah diberi kepercayaan oleh warga.
Program kerja yang telah
dilaksanakan di RT 09 RW 02 Desa Bandar Lor antara lain Prodamas atau Program
Pemberdayaan Masyarakat dan gotong royong untuk membersihkan lingkungan setiap
3 bulan sekali. Program kerja tersebut dibentuk oleh kepanitiaan RT yang
meliputi bendahara, sekretaris, dan humas dengan melibatkan semua warga.
Musyawarah rutin diadakan untuk
menampung usulan-usulan warga. Apabila terjadi perbedaan pendapat, warga biasa
merundingkan kembali masalah-masalah yang ada lalu dipilihlah usulan yang
sekiranya perlu dilaksanakan lebih dulu atau usulan yang darurat. Rapat atau
musyawarah tersebut biasa dilakukan pada tanggal 5 setiap bulan bersamaan
dengan arisan bapak dan ibu warga sekitar.
Dalam menanggapi program kerja yang
ada, warga selalu berpartisipasi aktif dan antusias. Bapak Mughni mengatakan
bahwa selama beliau menjabat sebagai Ketua RT 09, tidak ada warga yang acuh tak
acuh dalam mengikuti program kerja maupun memberikan masukan kepada perangkat
desa agar kondisi desa yang tentram bisa lagi ditingkatkan.
Dapat kita simpulkan bahwa kedasaran
berpolitik warga RT 09 RW 02 Desa Bandar Lor sudah tinggi. Bisa dilihat dari
partisipasi warga yang tinggi dalam pemerintahan daerah setempat. Jadi warga RT
09 RW 02 Desa Bandar Lor termasuk dalam tipe budaya politik partisipan (Participant Political Culture) yaitu
kelompok masyarakat yang telah sadar mengenai hak-hak mereka untuk terlibat
dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Buku Administrasi tempat Bapak Mughni Buku berisi profil warga RT 09 RW 02
mencatat data-data penting
Minggu, 06 Agustus 2017
BAB I : Budaya Politik - Laporan Observasi
LAPORAN PERTUMBUHAN BUDAYA POLITIK MASYARAKAT
KELURAHAN SUKORAME
Disusun oleh Kelompok 3 :
·
Faradila (10)
·
Fihimatika
Jauhar M (11)
·
Lili Amelia U (18)
·
Salsabila
Azzahro (31)
·
Yentritenia
Fathimah A (33)
Narasumber : Iswahyudi
Tempat dan Tanggal Pelaksanaan : Kelurahan
Sukorame RW 06 RT 21
Hari
Minggu, 6 Agustus 2017
Pukul
15.00 – 16.00 WIB
Hasil Observasi :
Berdasarkan
hasil wawancara yang kelompok kami lakukan dengan Bapak Iswahyudi selaku Ketua
RW VI pada hari Minggu, 6 Agustus 2017 mengenai partisipasi warga dalam proses
pemerintahan, kami mendapat beberapa keterangan sebagai berikut. Bapak
Iswahyudi telah menjabat sebagai Ketua RW VI selama 2 periode atau 6 tahun.
Sebelum beliau menjabat sebagai Ketua RW, belum ada pembagian kepemimpinan di
kelurahan tersebut seperti RT dan RW. Hal tersebut menjadikan kondisi daerah
tersebut kacau.
Tugas
Pak Iswahyudi sebagai RW adalah menginformasikan kepada ketua RT progam kerja
apa saja yang berikan oleh Ketua Kelurahan. Program kerja tersebut biasa
disebut Prodamas atau Program Pemberdayaan Masyarakat, seperti kerja bakti,
pemasangan bendera untuk menyambut HUT RI, dan pembersihan gorong-gorong.
Masyarakat
dan ketua RT serta ketua RW tidak hanya menerima perintah dari ketua kelurahan,
mereka sering kali memberikan usulan mengenai hal-hal apa saja yang sekiranya
perlu untuk diadakan. Berdasarkan keterangan Bapak Iswahyudi, masyarakat daerah
tersebut aktif dalam memberikan usul serta mengikuti program kerja yang telah
diberikan. Dan dalam melaksanakan program tersebut, warga tidak memberikan
tanggapan negatif.
Setiap
bulan pada Kelurahan Sukorame selalu diadakan rembug warga yang bertujuan untuk
menampung segala usulan yang ada dan menyelesaikan perbedaan pendapat yang ada.
Namun selama Bapak Iswahyudi menjabat sebagai Ketua RW, belum pernah terjadi
pembedaan pendapat yang serius atau berujung pada perselisihan antar warga,
berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebelum dipilihnya ketua RW dan RT.
Jadi
dapat kita simpulkan bahwa sebelum dipilihnya ketua RT dan RW, masyarakat
Kelurahan Sukorame termasuk dalam tipe budaya politik kaula atau subjek (Subject Political Culture) karena mereka
cenderung pasif dalam membicarakan masalah yang terjadi di sekitar. Namun
setelah dipilihnya ketua RT dan RW, masyarakat menjadi lebih tertib dan aktif
dalam menjalankan program-program yang ada. Keaktifan tersebut menandakan
mereka termasuk dalam tipe budaya politik partisipan (Participant Political Culture).
Berikut link untuk video wawancara kami https://youtu.be/jjpN16sBCQI
Dari kiri ke kanan : Salsabila A, Faradila, Bapak Iswahyudi, Yentritenia F.A, Lili Amelia U, Fihimatika J.M.
Berikut link untuk video wawancara kami https://youtu.be/jjpN16sBCQI
BAB I : BUDAYA POLITIK
Uji Kompetensi 1 (hal. 3)
1.
Jelaskan pengertian budaya politik menurut
Mirian Budiarjo!
Jawab : Budaya adalah keseluruhan dari
pandangan-pandangan politik, seperti norma-norma, pola-pola orientasi terhadap
politik, dan pandangan hidup pada umumnya
2.
Apakah setiap masyarakt mempunyai budaya
politik? Berikan analisis anda!
Jawab : Ya, karena pada hakikatnya setiap
manusia itu memiliki jiwa politik, contohnya pada zaman nenek moyang sudah
dibentuk kepala suku/kepala adat, yang dengan sendirinya menunjukkan bahwa
manusia itu dilahirkan dengan naluri untuk berpolitik
3.
Jelaskan yang dimaksud dengan orientasi kognitif
dalam orientasi politik!
Jawab : Orientasi kognitif adalah orientasi
politik yang mencangkup berbagai pengetahuan dan keyakinan tentang sistem
politik
4.
Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat
budaya politik suatu negara!
Jawab : Tingkat pendidikan masyarakat,
tingkat ekonomi masyarakat, reformasi politik, supremasi hukum, media
komunikasi yang independen
5.
Pernahkah anda mengikuti aksi demonstrasi? Apa
yang memotivasi anda melakukannya? Jelaskan analisis anda!
Jawab : Tidak, menurutsaya ada cara yang
lebih baik untuk menyampaikan aspirasi yang dimiliki yaitu dengan cara
berdiskusi dengan baik-baik dan tidak
melakukan sesuatu yang membahayakan warga sekitar
Selasa, 25 Juli 2017
Tugas 1 - Mendeskripsikan Pengertian Budaya Politik
A. Deskripsi
Pengertian Budaya Politik
Pengertian budaya politik secara umum adalah suatu pola
perilaku suatu masyarakat dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara,
penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat
istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat
setiap harinya.
Budaya politik yang ada di setiap negara berbeda
beda, ada banyak hal yang mempengaruhinya, seperti situasi, kondisi, dan
pendidikan masyarakat dalam negara tersebut. Latar belakang tersebut tentunya
terjadi di sekitar pelaku politik. Mereka dianggap memiliki kewenangan dan
kekuasaan dalam membuat kebijakan. Dengan demikian, budaya politik yang
berkembang dalam masyarakat suatu negara akan mengalami perubahan dari waktu ke
waktu.
B. Identifikasi
Ciri-Ciri Budaya Politik
·
Terdapat pengaturan kekuasaan
·
Perilaku dari aparat-aparat
negara
·
Proses pembuatan kebijakan
pemerintah
·
Adanya kegiatan partai-partai
politik
·
Adanya gejolak masyarkat terhadap
kekuasaan yang memerintah
·
Mengenai pola pengalokasian
sumber-sumber masyarakat
·
Adanya budaya politik mengenai
masalah legitimasi
C.
Identifikasi Macam Budaya Politik
1. Budaya Politik
Parokial
Budaya Politik Parokial adalah budaya politik dengan
tingkat partisipasi politik yang sangat rendah. Budaya politik parokial umumnya
terdapat dalam masyarakat tradisional dan lebih bersifat sederhana. Berdasarkan
pendapat Moctar Masoed dan Colin Mc. Andrew, yang mengatakan budaya politik
parokial adalah orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali adanya pemerintahan
dan politik.
Ciri-Ciri
Budaya Politik Parokial :
• Apatis
• Lingkupnya sempit dan kecil
• Pengetahuan politik rendah
• Masyarakatnya yang sederhana dan tradisional
• Adanya ke tidak peduli dan juga menarik diri dari kehidupan
politik
• Anggota masyarakat condong tidak berminat terhadap objek politik
yang luas
• Kesadaran anggota masyarakat mengenai adanya pusat kewenangan
dan kekuasaan dalam masyarakatnya rendah
• Tidak ada peranan politik bersifat khusus
• Warga negara tidak sering berhadap dalam sistem politik
2. Budaya
Politik Kaula/Subjek
Budaya politik kaula adalah budaya politik dengan
masyarakat yang suda relatif maju baik sosial maupun ekonominya, namun masih
relatif pasif. Budaya politik kaula atau subjek berada pada orang secara pasif
patuf pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, akan tetapi tidak
melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilihan. Budaya
politik kaula memiliki tingkat perhatian pada sistem politik sangat rendah.
Ciri-Ciri Budaya Politik Kaula/Subjek :
• Masyarakat menyadari sepenuhnya otoritasi pemerintah
• Sedikit warga memberi masukan dan tuntutan kepada pemerintah, namun
dapat menerima apa yang berasal dari pemerintah
• Menerima putusan yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat
dikoreksi, terlebih lagi ditentang.
• Sikap warga sebagai aktor politik adalah pasif, artinya warga tidak
dapat berbuat banyak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik.
• Warga menaruh keadaran, minat, dan perhatian pada sistem politik secara
umum dan khusus terhadap objek output, sedangkan untuk kesadarannya terhadap
input dan kesadarannya sebagai aktor polirik masih rendah.
3. Budaya
Politik Partisipan
Budaya politk partisipan adalah
budaya politik yang ditandai adanya kesadaran politik yang sangat tinggi.
Budaya politik partisipan dapat dikatakan suatu bentuk budaya yang anggota
masyarakatnya condong diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai
keseluruhan dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif.
Budaya politik yang ditandai dengan adanya kesadaran dirinya atau orang lain
sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik. Umumnya masyarakat budaya
politik partisipan sadar bahwa betapapun kecil partisipasi dalam sistem
politik, tetap saja merasa berarti dan berperan dalam berlangsungnya sistem
politik. Begitu pun dengan budaya politik partisipan, masyarakat tidak menerima
langsung keputusan politik, karena merasa sebagai anggota aktif dalam kehidupan
politik yang memiliki hak dan tanggung jawab.
Ciri-Ciri Budaya Politik Partisipan
• Warga menyadari hak dan tanggung jawabnya dan dapat mempergunakan hak
serta menanggung kewajibannya
• Tidak begitu saja menerima keadaan, tunduk pada keadaan, berdisiplin
tetapi dapat menilai dengan penuh kesadaran semua objek politik, baik secara
keseluruhan, input, output, maupun posisi dirinya sendiri.
• Kehidupan politik sebagai sarana transaksi, misalnya penjual dan
pembeli. Warga menerima menurut kesadarannya tetapi dapat menolak menurut
penilainnya sendiri.
Menyadari sebagai warga negara yang aktif dan
berperan sebagai aktivis.
D.
Faktor Penyebab Berkembangnya Budaya Politik di Daerahnya
Budaya politik
suatu daerah berakar dari budaya lokal dan dapat berkembang melalui
interaksi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
moderenisasi dunia luar/luar daerahnya.
E.
Evaluasi Budaya Politik yang Berkembang di Masyarakat
Budaya politik di Indonesia ialah sebuah perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia sebagai suatu pedoman kegiatan-kegiatan politik kenegaraan. Setelah era reformasi orang menyebut Indonesia telah menggunakan sebuah budaya Politik partisipan karena telah bebasnya Demokrasi, karena partisipatifnya masyarakat dan tidak tunduk dari sebuah keputusan atau kinerja pemerintah baru etika. Pada saat ketika era orde baru demokrasi dikekang, baik segala bentuk media dikontrol dan diawasi oleh pemerintah melalui departemen penerangan agar tidak mempublikasikan suatu kebobrokan pemerintah.
Budaya politik Indonesia terus mengalami suatu perubahan yang mengikuti perkembangan zaman. Tetapi berubahnya terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan yang telah maju tetapi pada daerah-daerah terpencil tidak terjadi sebuah perubahan karena kurangnya dalam pendidikan dan informasi.
Budaya politik Indonesia terus mengalami suatu perubahan yang mengikuti perkembangan zaman. Tetapi berubahnya terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan yang telah maju tetapi pada daerah-daerah terpencil tidak terjadi sebuah perubahan karena kurangnya dalam pendidikan dan informasi.
Di Indonesia memakai budaya politik partisipan karena telah bebasnya Demokrasi, partisipatifnya masyarakat dan tidak tunduk dari keputusan atau kinerja pemerintah baru etika.
Langganan:
Komentar (Atom)






